|
penderaan kanak kanak
Nana Sutresna, Utusan RI untuk Korut dan Korsel
Menteri penderaan kanak kanak Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda menunjuk Nana Sutresna menjadi Utusan Khusus untuk bertolak ke Korea Utara dan Korea Selatan dalam rangka memfasilitasi konflik di Semenanjung Korea itu. Nana dalam dua atau tiga hari ini akan bertolak ke Beijing untuk selanjutnya menuju ke Korea Utara.
Keberangkatan penderaan Nana Sutresna, mantan Duta Besar RI di Inggris tersebut merupakan misi untuk merespon permintaan dari Korea Selatan yang disampaikan Menteri Pertahanannya, Yoon Kwan Ung saat berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu. Pengiriman utusan itu bukan inisiatif Indonesia sendiri, namun merupakan respon positif atas keperluan pihak terkait kanak kanak (Korea Selatan dan Utara).
Apabila pihak Korea Utara setuju langkah selanjutnya adalah menentukan tempat dan waktu pertemuan bagi menteri pertahanan kedua Korea penderaan kanak kanak itu. Indonesia tidak akan melibatkan negara lain, selain kedua Korea yang sedang berselisih itu. Setelah berkunjung ke Korea Utara, Utusan Khusus Indonesia itu juga akan melakukan kunjungan ke Korea Selatan untuk menjalankan misi yang sama.
Langkah penderaan Indonesia yang diminta untuk mejadi fasilitator itu berawal dari pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Pertahanan Korsel, Yoon Kwan Ung, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/1) lalu. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Susilo antara lain didampingi oleh Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono. Peran Indonesia yang diharapkan oleh Korsel dalam mengatasi masalah di Semenanjung Korea adalah membantu membuka dialog kanak kanak antara menteri pertahanan Korsel dan Korut.
<<
back
|