|
nasional takaful
Seluruh Kebijakan Investasi Diharap Dievaluasi
Pemerintah nasional takaful diusulkan untuk melakukan evaluasi secara terus menerus atas kebijakan terkait penciptaan iklim investasi yang kondusif karena Indonesia tengah dalam kompetisi dengan negara-negara lain.
Hal nasional tersebut diungkapkan Presiden Dewan Bisnis AS-Indonesia Robert W Haines usai bertemu Menteri Perekonomian Budiono di gedung Departemen Keuangan Jakarta, takaful Rabu (18/1).
Menurut dia, pihaknya optimis terhadap ekonomi Indonesia. "Kami nasional takaful terus mengamati iklim investasi di Indonesia dan kami telah melakukannya selama beberapa waktu," katanya.
Dia nasional mengatakan, dialog yang dilakukannya dengan permerintah adalah proses berkelanjutan untuk membahas progres yang dicapai dan hal-hal takaful yang bisa dilakukan.
"Banyak kebijakan yang sudah diambil dan kami senang menteri ini (Menko Perekonomian, red) telah mengetahui apa yang harus dilakukan dan bekerja sekuat tenaga untuk mencapainya," katanya.
Sementara itu, salah satu Direktur Sampoerna Andrew White mengatakan pihaknya optimis terhadap langkah-langkah yang telah diambil, dia menekankan pentingnya stabilitas dan kepastian sebagai hal yang paling prinsip yang dibutuhkan investor untuk mau berinvestasi.
Dewan Bisnis AS-Indonesia (US-Indonesian Business Council) merupakan representasi dari sektor-sektor swasta AS yang punya investasi di Indonesia. Ada 42 anggota yang hadir dalam pertemuan hari ini di Depkeu. Dewan Bisnis AS-Indonesia berada dibawah naungan Dewan Bisnis AS-ASEAN.
Sementara itu tugas dari lembaga Dewan Bisnis AS-ASEAN (US-ASEAN Business Council) adalah memberikan informasi secara berkala dan up-date atas kebijakan politis dan ekonomis serta mengatur pertemuan yang
menciptakan stabilitas dan akses yang terus menerus untuk mendorong investasi AS di negara negara ASEAN.
Kawasan Asia Tenggara oleh AS dianggap sebagai pasar yang potensial dengan jumlah populasi 600 juta, PDB senilai 1 triliun dolar AS dan volume perdagangan yang mencapa 200 miliar dolar AS.
<<
back
|