|
foto tante birahi
Pertumbuhan Ekonomi Melambat Di Semester I 2006
Pertumbuhan foto tante birahi ekonomi diperkirakan akan melambat pada semester I 2006. Hal ini disebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi global akibat tingginya harga minyak dunia serta adanya rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik dan kenaikan tarif telepon.
Demikian foto rangkuman pendapat dari beberapa narasumber yang hadir dalam seminar Indonesia Economic Outlook 2006 di Jakarta, Selasa (24/1). Hadir dalam seminar ini antara lain Kepala Perwakilan Bank Dunia Andrew Steer, Kepala Ekonom HSBC cabang Asia Pasifik Arup Raha dan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian tante birahi Agus Tjahajana.
"Dengan adanya kenaikan harga minyak dunia maka bisa saja pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Imbasnya juga akan ada pada Indonesia. Terlebih foto tante birahi lagi dengan kenaikan BBM yang lalu dan ditambah kenaikan TDL maka perekonomian bisa terkoreksi," kata Agus.
Arup Raha foto mengatakan bahwa saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang menarik untuk dijadikan tujuan investasi. Hal itu terlihat dari makin banyaknya aliran dana yang masuk. "Menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola momentum ini tante birahi untuk terus berkelanjutan," ujarnya.
Setelah pemerintah mengeluarkan anggaran pembangunan maka peranan faktor swasta sangat penting untuk menggerakan perekonomian Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Dunia Andrew Steer menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada masalah bila pertumbuhan ekonomi sedikit terkoreksi. Namun yang penting adalah menjaga agar terjadi stabilitas dalam pengelolaan perekonomian.
"Saya tidak ingin mengomentari masalah TDL. Tapi apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah cukup baik untuk menyehatkan perekonomian," katanya.
Dalam kesempatan itu, Agus secara khusus memberikan penekanan dampak yang akan terjadi bila pemerintah jadi memutuskan kenaikan TDL dalam waktu dekat. Situasi dan kondisi industri nasional dianggap belum pulih dari tekanan bertambahnya struktur biaya produksi gara-gara kenaikan harga BBM Oktober lalu. Bila pemerintah ingin menaikkan TDL, langkah itu setidaknya bisa dilakukan pada akhir semester I tahun ini.
"Kalau Depperin dan kalangan industri berharap kenaikan TDL nol persen. Kalau bisa ditunda paling tidak sampai semester II atau triwulan III nanti," ujar Agus.
Bila tetap dinaikkan, akan ada beberapa sektor industri yang akan terkena dampak sangat besar. Sektor yang akan terkena dampak lebih besar tersebut adalah
industri yang menggunakan listrik selama 24 jam penuh untuk berproduksi.
"Seperti ke sektor industri baja, semen, dan serat sintetis. Sektor industri lainnya relatif dampak kenaikan TDL kurang signifikan," lanjut dia.
Ia menambahkan kalangan industri pun akan langsung mengalihkan kenaikan biaya TDL ini ke tangan konsumen. Dengan kata lain akan ada kenaikan harga barang-barang lagi di situasi pelemahan daya beli masyarakat saat ini.
Meski demikian, Agus melanjutkan, pemerintah telah memberikan stimulus kepada industri sebelum danya kenaikan TDL mendatang. timulus itu berupa pembagian daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ke seluruh daerah untuk mempercepat pembangunan.
"Sehingga di semester I ini pemerintah akan mendorong percepatan industri dan pembangunan sampai dengan semester II. Di semester II nanti diharapkan swasta yang bisa ambil alih peran pemerintah," tambah dia.
Kalaupun ada stimulus lain yang harus diberikan, menurut Agus itu adalah menghapus praktek-praktek ekonomi biaya tinggi yang saat ini kerap terjadi.
<<
back
|