|
ayu azhari foto telanjang
Gerimis Menyertai Pemakaman Sudharmono
Diwarnai ayu azhari foto telanjang gerimis, pemakaman mantan Wapres Sudarmono dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inspektur upacara (irup) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kamis (26/1). Hujan sempat mengguyur kawasan TMP Kalibata saat jenazah Sudharmono tiba.
Dalam ayu azhari pemakaman itu, tampak hadir jajaran Kabinet Indonesia Bersatu antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mendagri M Ma’ruf, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kapolri Jenderal Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar. Hadir pula Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Wakil Ketua MPR AM Fatwa, mantan Wapres Try Sutrisno, keluarga almarhum, dan masyarakat foto telanjang umum.
Upacara pemakaman secara militer dimulai pukul 11.00 WIB ditandai peniupan terompet Sasangkala. Setelah itu dibacakan ayu azhari foto telanjang riwayat hidup almarhum, kemudian dilakukan apel persada. Selanjutnya jenazah Sudharmono dimasukkan ke liang lahat dengan diawali tembakan salvo. Selama proses berlangsung, di liang lahat dibentangkan bendera, di mana masing-masing ujung bendera dipegang Kapolri serta tiga Kepala Staf TNI.
Presiden Susilo selaku irup dan seorang wakil keluarga almarhum melakukan penimbunan liang lahat secara simbolik.
Dalam ayu azhari sambutannya, Presiden Susilo memberikan penghormatan dan penghargaan dari pemerintah atas semua jasa dan pengabdian almarhum Sudharmono semasa hidupnya. Menurut Presiden kepergian almarhum meninggalkan rasa duka yang mendalam bagi Bangsa Indonesia, karena telah kehilangan salah satu putra foto telanjang terbaiknya.
Namun, lanjut Presiden, hal itu merupakan kehendak Tuhan. Oleh karena itu kepergian almarhum tersebut harus bisa diterima semua pihak.
Selaku irup dan pribadi, Presiden Susilo menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya serta memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan perlindungan.
Presiden menilai almarhum Sudharmono sebagai pribadi yang selalu memegang teguh prinsip-prinsip perjuangan, setia kepada negara, selalu bekerja keras dalam mengemban tugas-tugasnya. Karena itu Presiden mengajak untuk selalu meneladani pribadi Sudharmono.
<<
back
|