asmara

Siswono: Alasan Bulog Impor Beras Bodohi Rakyat

Mantan asmara Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Siswono Yudohusodo, menilai alasan Bulog mengimpor beras membodohi rakyat, karena dengan pengaturan pengadaan beras yang baik maka Bulog sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan beras dalam negeri dari petani.

"Penjelasan asmara Bulog yang mengatakan cadangan beras harus 1 juta ton membodohi rakyat. Karena persediaan 400.000 ton pada Januari sudah lebih dari cukup, asal saja Februari-Maret Bulog beli beras petani dalam negeri yang sedang panen raya," kata Siswono kepada Antara, Kamis (26/1).

Menurut Siswono, seharusnya Bulog membeli beras dari para petani pada saat panen raya musim rendeng Februari-Maret dan panen raya asmara musim gadu Juli-Agustus sehingga persediaan beras selalu dapat terkontrol dengan baik. "Kalau saat ini Bulog cari beras di petani jelas tidak ada karena belum panen raya. Sebaiknya Bulog membeli stok beras dari petani dalam negeri pada saat panen raya dan bukan pada Desember-Januari," ujarnya.

Siswono juga menyesalkan pemerintah yang telah mengimpor beras dari Vietnam yang asmara sebenarnya tidak perlu karena hanya menghabiskan devisa sebab produksi beras dalam negeri sudah cukup.

"Tahun ini total hasil panen petani dalam negeri sekitar 54 juta ton gabah kering giling atau setara dengan 34 juta ton beras. Sementara konsumsi dalam negeri termasuk untuk industri sekitar 31 juta sehingga ada kelebihan 3 juta ton. Sejak 2004 sebenarnya kita sudah swasembada beras," paparnya.

Pada prinsipnya, lanjut Siswono, ia mendukung Bulog harus memiliki cadangan beras yang memadai baik untuk beras bagi keluarga miskin (raskin) maupun untuk menjaga kalau ada kejadian luar biasa seperti bencana alam. "Tetapi untuk persediaan beras itu, Bulog membelinya dari petani dalam negeri pada saat panen raya, bukan melalui impor," jelasnya.

Sementara itu, Rabu (25/1), sebanyak 6.000 ribu ton beras impor asal Vietnam telah tiba di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) yang diangkut kapal MV Song Ngan dari Vietnam. Beras tersebut akan disimpan sebagai stok di gudang Bulog di Kota Bitung. Sedangkan beras impor tahap kedua sebanyak 10.800 ton akan masuk tanggal 28 Januari 2006, namun belum diketahui persis waktu tibanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sulut, Albert Pontoh, mengatakan, tibanya beras impor itu, pihaknya sudah akan mengusulkan dilakukan operasi pasar guna mengatasi gejolak harga beras yang sudah meresahkan warga.

Selain di Pelabuhan Bitung, Sebanyak 6.000 ton dari 12.000 ton beras impor untuk wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara. Beras yang diangkut dengan kapal Phintuan berbendera Vietnam tersebut merupakan jatah Aceh dari jumlah seluruhnya 12 ribu ton untuk raskin, sekaligus sebagai stok Bulog di Aceh.

<< back


artikel : Related Articles

 

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x