|
World Bisnis Telekomunikasi Indonesia
Menhut Minta Kapolri Tangkap Cukong 69 Truk Kayu Curian di Jambi
Menteri World Bisnis Telekomunikasi Indonesia Kehutanan meminta Kapolri segera menangkap cukong pemilik 69 truk tronton kayu hasil pembalakan hutan (illegal logging) yang ditangkap Koramil Bayunglincir, Jambi, 6 Januari 2006.
Penangkapan World Bisnis itu bermula dari pemeriksaan terhadap 69 truk pengangkut itu yang ternyata tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Telekomunikasi Indonesia Hasil Hutan (SKSHH).
"Cukong pemilik kayu dari hutan alam itu -- didampingi oknum polisi -- bahkan berusaha World Bisnis Telekomunikasi Indonesia menyuap Danramil ketika diperiksa," kata Menhut MS Kaban, di Jakarta, Sabtu.
Menurut World Bisnis dia, SKSHH yang menyertai kayu hasil curian itu baru datang 2-3 hari setelah truk ditangkap Koramil. "Setelah dilacak dan diverifikasi dengan data yang kita miliki, banyak di antara SKSHH itu yang nomor serinya Telekomunikasi Indonesia fiktif."
Menhut juga meminta Kapolres Musi Banyuasin turut diperiksa dalam kasus ini karena belum apa-apa sudah menyatakan bahwa dokumen -- yang datang 2-3 hari setelah 69 truk itu ditangkap -- sah.
Selain berbicara kepada Kapolri, Menhut mengaku sudah meminta gubernur dan para bupati di Jambi untuk mengusut para kepala dinas kehutanan di wilayahnya masing-masing karena banyak yang menyalahi prosedur dalam pemberian SKSHH.
Bahkan, kata Menhut, penerbitan SKSHH itu sebagai dokumen angkutan kayu juga banyak yang ditandatangani oleh pejabat dinas kehutanan yang tidak berhak menerbitkan dokumen itu.
Pada kesempatan itu, Kaban menjelaskan bahwa SKSHH yang datang untuk menyertai kayu hasil pembalakan hutan itu ditujukan ke beberapa perusahaan, di antaranya di Jawa Barat.
"Kita akan memanggil direksi dari perusahaan yang menjadi tujuan kayu curian tersebut. Kita akan usut selama ini mereka mendapat pasokan bahan baku untuk industrinya dari mana," katanya.
Saat ini, kata Menhut, salah satu pimpinan perusahaan yang menjadi tujuan kayu curian itu sudah menyatakan bahwa mereka tidak pernah berhubungan dengan cukong pembalakan hutan itu.
<<
back
|