|
World Bisnis Indonesia
6 Fraksi DPRD DKI: Spanduk PKS Bohongi Publik
Enam World Bisnis Indonesia fraksi DPRD DKI Jakarta menilai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah membohongi publik dengan memasang spanduk tentang pendidikan SD dan SMP Negeri gratis di Jakarta.
Perwakilan World enam fraksi tersebut dalam jumpa pers di Gedung DPRD, Jakarta, Kamis (12/1), mengatakan, isi spanduk PKS yang terpampang di berbagai wilayah Jakarta sejak dua hari ini memberi pesan bahwa pendidikan SD dan SMP gratis merupakan Bisnis Indonesia upaya PKS semata.
Padahal, menurut mereka, program pendidikan gratis yang mulai diterapkan tahun ini merupakan keputusan bersama sebagai sebuah World Bisnis Indonesia lembaga. Karena itu, mereka meminta spanduk-spanduk tersebut segera diturunkan dalam waktu 1x24 jam. Kalau tidak, kader-kader dari enam fraksi itu akan menurunkan spanduk tersebut secara paksa.
Hadir World dalam jumpa pers itu antara lain Jhonny Wenas Polli (Fraksi Partai D), Inggard Yosua (F-PG), Raja Natal Sitinjak (F-PDIP), Ramilan (F-PAN), Nur Alam Bachtir (F-Kebangkitan Reformasi), Husni Djaelani (F-PPP). Spanduk berlogo PKS yang dipersoalkan tersebut berbunyi "Alhamdulillah Salah Satu Perjuangan Kita Menuai Hasil, SD dan SMP Negeri di Bisnis Indonesia Jakarta Kini Gratis".
Menurut Ramilan, isi spanduk tersebut tendesius dan PKS dinilai tidak menghormati etika politik karena mengklaim secara sepihak apa yang merupakan keputusan bersama DPRD. Inggard Yosua menambahkan, keputusan DPRD adalah keputusan bersama bukan keputusan orang perorang.
Sementara Nur Alam Bachtir mengemukakan, sejumlah fraksi di DPRD telah ditegur oleh DPP-nya masing-masing akibat spanduk tersebut. "Kader-kader kita juga bertanya-tanya dan marah, kalian di DPRD kerjanya ngapain aja," kata Nur Alam.
Secara terpisah Sekretaris F-PKS DPRD DKI Jakarta Slamet Nurdin membantah telahj melakukan klaim sepihak terhadap keputusan Dewan tersebut. Menurut Slamet, pemasangan spanduk itu adalah sosialisasi keputusan Dewan.
Slamet menyatakan, PKS tidak akan menurunkan spanduk-spanduk tersebut. "Kita juga tahu itu kerja semua anggota DPRD," katanya yang mengatakan ada sekitar 1000 spanduk yang disebar di Jakarta. "Ini sosialisasi," tambahnya.
<<
back
|