|
Surat Lamaran
Jurus AKRAB dengan Rekan Kerja
Bisa Surat Lamaran dibayangkan, betapa hampa, sepi, dan sunyinya kehidupan seseorang jika sepanjang hidup ia tidak mampu berteman.
Juga sebaliknya, betapa malangnya orang yang masih merasa kesepian tatkala Surat Lamaran ada begitu banyak teman di sekitarnya. Hal itu berlaku pula di lingkungan kerja.
Ketika membina relasi dengan rekan kerja di kantor, benturan-benturan biasa terjadi. Bila tidak diantisipasi dan dikelola dengan baik, bukan saja hubungan di antara rekan kerja yang memburuk, kinerja mereka bisa juga melorot.
Untuk memelihara hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja, pakar manajemen N. Parkinson dan Rustomji dalam buku Understanding Management menawarkan jurus berikut:
· Ingatlah nama dia. Melupakan nama sering menyebabkan hubungan menjadi hambar. Karenanya, cobalah selalu menyebut nama ketika bertemu dengan rekan kerja. Ucapan “Selamat pagi Pak Anton. Apa kabar?” tentu akan lebih enak dan indah didengar ketimbang cuma “Selamat pagi, Pak.”
· Berilah sentuhan. Jangan salah sangka dulu. Sentuhan yang dimaksud tidak melulu sentuhan secara fisik. Memang, memegang pundak atau berjabat tangan akan mengakrabkan hubungan. Relasi akan semakin akrab bila sentuhan yang diberikan juga berupa sapaan. Ketika rekan kerja Anda masuk kantor kembali setelah sakit, misalnya, Anda bisa menanyakan keadaannya. Apakah sakitnya sudah betul-betut sembuh? Apakah perlu pemeriksaan kesehatan ulang? Atau, ketika Anda tahu bahwa rekan kerja Anda harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menengok anak atau strinya yang sakit, Anda bisa menunjukkan rasa empati. Yang pertu diingat, lakukan secara tulus, tidak dengan kepura-puraan.
· Mendengar dengan penuh perhatian. Kelemahan umum manusia adalah tidak mau mendengarkan ketika orang berbicara. Maunya didengar terus. Nah, mulai sekarang perbanyaklah mendengarkan orang lain ketimbang berbicara. Misalnya, ketika rekan Anda sedang mengalami pergumulan rumah tangga dan memerlukan orang lain sebagai tempat curhat, dengarkanlah keluhannya. Kalau Anda tidak bisa melakukannya, niscaya kepercayaan rekan Anda pada Anda akan memudar.
· Bersikap tenang. Di mana pun salah paham selalu ada. Bayangkan, suatu ketika teman Anda menghujani Anda dengan pelbagai macam kritik dan kecaman pedas. Apa yang harus Anda lakukan? Membela diri? Bukan! Kalau Anda terpancing dan mencoba menjelaskan saat dia bicara, suasana akan bertambah panas. Konflik pun tak terselesaikan. Langkah bijak yang bisa diambil adalah diam sejenak untuk mendengarkannya sampai dia selesai bicara. Setelah beberapa waktu, datangi dia dan tanyakan adakah waktu bagi Anda untuk menjelaskan persoalan sebenarnya. Kalau dia masih belum bersedia, tunggu sampai kesempatan berikutnya, siapa tahu dia memang ingin merenung sendiri dan tidak mau diganggu. Jangan segan-segan meminta maaf bila rekan kerja Anda tetap menuduh Anda bersalah, meskipun Anda tidak melakukannya. Permintaan maaf itu akan mendinginkan suasana hatinya yang membara.
· Miliki motivasi yang benar. Apa pun yang Anda lakukan harus dilandasi motivasi yang baik. Jangan sekali-kali menjatuhkan martabat rekan kerja Anda di hadapan teman lainnya. Ingat, lebih baik Anda menanggung kelemahan rekan kerja Anda ketimbang dia yang mesti memikul kelemahan Anda. Ini menunjukkan Anda tampil lebih dewasa dan pujian akan datang atas diri Anda. Jika Anda hendak mengritik rekan kerja, sampaikan kritik yang membangun dan proporsional, dengan intonasi ucapan yang wajar. Jangan lupa sampaikan solusi yang baik.
Dengan langkah-langkah bijak di atas, mudah-mudahan hubungan harmonis dengan rekan sekerja bisa dibangun. Selamat mencoba. (Intisari)
<<
back
|