Lowongan Pegawai Negeri

Korban PHK Bom Bali \"Lari\" ke Luar Negeri

Sebagian Lowongan Pegawai Negeri tenaga sektor kepariwisataan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pascatragedi bom Bali, terpaksa "lari" ke luar negeri, setelah di Tanah Air tidak ada kesempatan kerja.

"Upaya mencari kerja di negeri orang itu dilakukan dengan ’calling person’ melalui agen atau kenalanan orang yang bersangkutan di Lowongan Pegawai Negeri luar negeri," tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi Bali, Drs IGP Wijaya di Denpasar, Sabtu (20/9).

Ia mengatakan, mereka yang berhasil mencari kerja ke luar negeri umumnya sudah mengenal betul agen atau orang yang membantu mencarikan pekerjaan di negera yang mereka tuju. "Mereka umumnya saling kenal dan akhirnya berteman akrab saat menikmati liburan di Bali," ungkap Wijaya seraya menambahkan kondisi demikian berlanjut hingga turis tersebut kembali ke negaranya.

Di antara 622 pekerja hotel yang mengalami PHK (terdata), yang berhasil bekerja ke luar negeri persentasenya masih relatif kecil. Bali setiap bulan mengirim sekitar 20-25 TKI ke luar negeri.

Mereka umumnya bekerja di kapal pesiar maupun di bidang perhotelan dan jasa pariwisata lainnya di Amerika Serikat dan Eropa. TKI asal Bali yang bekerja ke luar negeri sebanyak 3.941 orang. Jumlah ini relatif kecil di banding dengan keseluruhan TKI yang mencapai 800.000 orang tersebar di berbagai negara,

Menyinggung tentang perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) di Bali, ia mengatakan, terdapat enam PJTKI yang berstatus sebagai kantor cabang. Keenam kantor cabang PJTKI itu telah mengajukan permohonan kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jacob Nuwa Wea dengan harapan dapat meningkatkan status PJTKI dari kantor cabang menjadi
kantor pusat.

Dari enam PJTKI yang ada di Bali, tiga di antaranya telah memenuhi persyaratan secara teknis dan administrasi. Meskipun demikian, Mentrans Jacob Nuwawea belum memberikan izin, dengan berbagai pertimbangan. Antara lain, sejumlah PJTKI yang ada di Indonesia dalam mengirim tenaga kerja asing ke luar negeri masih selalu menemui berbagai masalah, ujar Wijaya. (Ant/prim)



<< back


artikel : Related Articles

 

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x