Bisnis Vanilla

Realisasi Subsidi BBM Naik Rp6,5 Triliun

Menteri Bisnis Vanilla Keuangan Sri Mulyani mengatakan realisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 2005 mengalami peningkatan sekitar Rp6,5 triliun menjadi Rp95,6 triliun dari target dalam APBN-P II 2005 sebesar Rp89,1 triliun.

"Peningkatan Bisnis subsidi ini murni karena konsumsi dan harga yang lebih tinggi dari asumsi harga minyak," kata Sri Mulyani di Jakarta, Vanilla Selasa (3/1).

Ia menyebutkan, realisasi subsidi mencapai 107 persen dari target dalam Bisnis Vanilla APBN 2005 atau sekitar 7,2 persen lebih tinggi dari angka di APBN. Subsidi dalam bentuk beras untuk rakyat miskin (Raskin) yang disalurkan melalui Bulog juga mengalami pembengkakkan dari target di APBN sebesar tiga persen.

"Angka subsidi Bisnis untuk Raskin di APBN sebesar Rp4,96 triliun namun realisasinya mencapai Rp5,122 triliun," kata Sri Vanilla Mulyani.

Mengenai realisasi hibah pada 2005, Dirjen Perbendaharaan Mulia Nasution mengatakan angkanya masih cukup rendah karena belum semua hibah tercatat.

"Banyak hibah yang langsung diberikan kepada penerima sehingga belum tercatat. Untuk hibah dari Jepang, karena hubungan erat kedua negara, semua tercatat. Mereka melaporkan ke Depkeu dan Bappenas," katanya.

APBN 2005 memperkirakan, hibah akan mencapai sekitar Rp7,455 triliun namun realisasi sementara dari 1 Januari 2005 hingga 30 Desember 2005 hanya mencapai Rp1,296 triliun atau 17,38 persen.

<< back


artikel : Related Articles

 

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x