|
Bisnis Manajemen
Banjir Jember Akibat Kerusakan Lingkungan
Kerusakan Bisnis Manajemen lingkungan merupakan sebab utama terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Demikian penilaian Tim Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
"Kabar Bisnis banjir bandang di daerah itu terjadi akibat adanya badai tropis di Australia tidak seluruhnya benar," ujar kata Ketua PSBA UGM Sudibiyakto yang tengah berada di Jember, dalam Manajemen siaran pers yang disampaikan di Surabaya, Sabtu (7/1).
Menurut hasil interpretasi tim peneliti yang beranggotakan tiga orang itu terhadap foto Citra satelit pada 3 Januari 2006 dari Japan Bisnis Manajemen Meteorological Satellite, tidak secara jelas terlihat adanya badai tropis Australia.
"Yang Bisnis lebih tampak dari rekaman satelit itu adalah adanya potensi terjadinya hujan badai di selatan Pulau Jawa terupaya di wilayah selatan Jawa Timur dan Hindia Belanda. Curah hujan diperkirakan mencapai 100 mm per jam dan kecepatan angin mencapai 175 km per jam. Tidak jelas adanya badai tropis Asutralia, akan tetapi awan sangat tebal dengan potensi curah hujan sangat tinggi. Kejadian ini hampir sama dengan tahun lalu saat terjadi banjir bandang di Lumajang, Tulungagung Manajemen dan wilayah sekitarnya," katanya.
Salah satu penyebab penting terjadinya banjir bandang itu, menurut Sudibiyakto, karena perubahan alih fungsi lahan yang sangat cepat dalam 10 tahun terakhir.
Selain itu, lanjut Sudibiyakto, berdasarkan interpretasi peta rupa bumi Kabupaten Jember, terdapat perubahan tekuk lereng yang sangat tajam di sebelah utara kota Jember yaitu dari lereng sekitar 45 persen menjadi 15-10 persen.
"Ini menyebabkan aliran air sangat cepat dan melibas apa saja yang dilewati.
Faktor ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi bencana juga menjadi penyebab banyaknya warga yang menjadi korban dalam bencana ini..
<<
back
|