|
Bisnis Lewat Internet
Dicari : Pendidikan Singkat, Bekerja Cepat!
WAJAH Henny (21) berseri-seri. Ia kelihatan amat menikmati tugasnya sebagai operator telepon, padahal tugas itu tidak ringan. Sebagai operator telepon, ia tak hanya sekadar menjawab telepon masuk ke di sebuah hotel di bilangan Sawangan, tetapi harus mengontrol dan mengoperasikan alat pemadam kebakaran, serta tugas lain yang berkait.
Bagi Henny, dua hari berlatih di bawah bimbingan staf hotel itu sudahlah cukup. Front Office Managernya sudah langsung melepasnya untuk bekerja sendiri pada hari ketiga kedatangan Henny ke bagian itu. "Awalnya agak canggung karena di sini semua peralatan berfungsi sebagai kontrol ke seluruh kamar hotel," kata dara manis itu.
Managernya yang memantau pekerjaan seluruh bagian di hotel itu merasa puas dengan kinerja Henny, siswa sebuah Sekolah Perhotelan dan Pariwisata, Program Pendidikan Perhotelan selama setahun. Program pelatihan di hotel adalah bagian dari pendidikan yang harus diikuti Henny dan kawan-kawannya sebelum mengakhiri pendidikannya.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, siswa sebuah sekolah sejenis di kawasan Sawangan, yang sedang berpraktik di sebuah hotel di Jakarta tak kalah bersukacita. "Dari kampus kami sudah dibekali ilmu perhotelan, lalu diminta mempraktikkan di sini. Tak ada kesulitan, tapi terjun langsung menghadapi tamu menjadi pengalaman baru," kata Priyo (24). Ia bersama 22 temannya praktik di berbagai bagian di Hotel tersebut.
Rasa puas tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga pihak HRD Hotel yang bersangkutan. "Untuk mencari karyawan, saya cenderung memilih mereka yang punya keahlian di bidang tertentu. Mereka sudah tahu tugasnya, paling hanya butuh penyesuaian tempat kerja saja," si direktur hotel menjelaskan.
Tak dimungkiri, selama ini, hotel kesulitan mencari tenaga berkeahlian tertentu untuk mengisi kebutuhan pekerjaannya. Maka ketika membuka lowongan, yang melamar sangat banyak, tetapi hanya beberapa yang lolos seleksi. Pasalnya, jarang ada calon pegawai lulusan sekolah perhotelan yang langsung menunjuk memiliki keahlian yang dibutuhkan. Karena kebanyakan mereka mempunyai kemampuan rata-rata untuk semua bidang. Ini menyulitkan pihak hotel karena harus mendidik mereka dulu sebelum bekerja.
Akhirnya, mereka lebih memilih tamatan program perhotelan dengan spesialisasi food and beverage (F&B) misalnya, atau bell boy. Sayang, belum banyak pendidikan perhotelan menyadari hal itu. Sebagian besar sekolah mendidik tenaga ahli madya (tamatan diploma tiga, tetapi keahliannya tidak spesifik).
Menyadari hal itu, pengelola salah satu istitusi pendidikan di Sawangan tahun lalu membuka program keahlian perhotelan jurusan room division dan F&B. Pendidikan di lembaga itu masih dibantu pemerintah karena masih milik Pusat Pengembangan Penataran Guru Kejuruan (PPGK) bidang bisnis dan pariwisata Sawangan, Jawa Barat.
Sebenarnya, ia menjadi tempat pendidikan bagi guru sekolah kejuruan jurusan bisnis dan pariwisata. Besarnya kebutuhan tenaga perhotelan dengan spesifikasi tertentu membuat pengelola institusi itu membuka pendidikan selama setahun.
Jeli Bisnis Lewat Internet menangkap peluang, itulah yang harus dilakukan manusia zaman sekarang. Priyo, lulusan Sekolah Menengah Umum Negeri 3 Depok, dan Ihsan, mantan siswa Diploma Tiga Program Penyiaran Universitas Indonesia dan kawannya, memilih banting setir mencoba mengubah kondisi hidup dengan masuk pendidikan perhotelan selama setahun yang memberi Bisnis Lewat Internet kecakapan berbahasa Inggris dan keahlian di bidang F&B, bell boy, front office, dan lainnya. Mereka berharap, lewat pendidikan yang relatif singkat tapi bisa bekerja dengan cepat kehidupan mereka akan membaik.(w)
<<
back
|