|
Bisnis Di Internet
Bulog Siapkan 65 Ribu Ton untuk OP Beras
Perum Bisnis Di Internet Bulog menyiapkan 60.000 hingga 65.000 ton untuk operasi pasar (OP) beras secara nasional. Jumlah itu akan ditambah jika masih ada permintaan dengan harga bervariasi.
Dirut Bisnis Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan itu saat dihubungi Media, Sabtu. Menurut Widjanarko, kenaikan harga beras yang tidak ada gejala turun ini harus diwaspadai. Sebab itu refleksi dari supply yang kecil, sementara Di Internet demand-nya besar.
"Ini gejala tahunan dan sudah kami prediksikan lima bulan lalu. Kami Bisnis Di Internet sudah siapkan OP beras untuk seluruh Indonesia sebesar 60.000 sampai 65.000 ton. Jumlahnya bisa ditingkatkan jika memang kondisinya menuntut itu," kata Widjanarko.
Untuk OP Bisnis beras, jelas Widjanarko, beberapa daerah sudah melakukannya. Misalnya, di Papua, Maluku, Jambi, Di Internet dan Riau.
"Di Papua sudah seminggu lalu OP beras, karena harga beras di masyarakat sudah Rp7 ribu/kg. Beras OP kami jual Rp5 ribu/kg. Di Maluku dan Riau harga beras di masyarakat Rp4.000 sampai Rp4.200/kgnya, beras OP Rp3.700/kg," kata Widjanarko
Di beberapa daerah, kata Widjanarko, kepala daerahnya sudah mengajukan permintaan resmi OP beras. Seperti, di Subang Jawa Barat (minta 10 ribu), Jawa Timur (minta 15 ribu), Sulawesi Utara (minta 15 ribu), NTT (10 ribu) dan NAD (15 ribu).
"Namun untuk mempercepat OP beras, saya sudah instruksikan agar 26 Kadivre Bulog lakukan OP beras otomatis jika memang ada permohonan," kata Widjanarko.
Untuk DKI Jakarta, kata Widjanarko, OP tidak hanya di pasar strategis di lima wilayah DKI, yakni Jakarta Utara di Pasar Koja, Bahari; Jakarta Timur di Pasar Klender, Rawamangun, Jatinegara, Kramat Jati; Jakarta Selatan di Pasar Kebayoran Lama, Pasar Minggu; Jakarta Pusat di Pasar Senen, Cikini; Jakarta Barat di Pasar Jembatan Lima.
"Di Jakarta, kami juga akan OP beras di kantong-kantong kemiskinan dengan sistem paket antara Rp5.000 sampai Rp10.000," tegasnya.
<<
back
|